Upgrade RAM 8GB ke 32GB: Pengalaman Jujur 6 Bulan Kemudian

Dipublikasikan: 26 Desember 2025 | Waktu baca: 10 menit | Oleh: Budi

RAM stick yang saya pasang

"RAM 8GB udah cukup kok." — kata saya dua tahun lalu sebelum akhirnya menyerah dan upgrade ke 32GB. Dan sekarang, setelah 6 bulan menikmati hasilnya, saya mau share pengalaman jujur apakah upgrade ini worth it atau cuma buang duit.

Spoiler: buat case saya, sangat worth it. Tapi mungkin nggak untuk semua orang. Makanya baca sampai habis sebelum buru-buru beli RAM baru.

Latar Belakang: Kenapa Akhirnya Upgrade?

Laptop saya waktu itu (ThinkPad T480) sudah 4 tahun. Spek aslinya cuma 8GB RAM DDR4. Dulu rasanya cukup, tapi makin lama makin kerasa limitasinya.

Gejala yang saya alami:

Awalnya saya pikir masalahnya di CPU atau storage. Tapi setelah cek task manager, ternyata RAM usage hampir selalu 90%+ bahkan untuk kerja biasa. Bottleneck-nya di RAM.

Proses Upgrade: Lebih Gampang dari yang Dikira

Saya beli 2 stick RAM DDR4-2666 16GB (total 32GB) dari toko komputer di Mangga Dua. Harga waktu itu sekitar Rp 850.000 untuk 32GB. Murah? Relatif, tapi menurut saya worth untuk investasi.

Proses pasangnya gampang banget—ThinkPad T480 cuma perlu buka 1 sekrup di bagian bawah, lepas panel, dan slot RAM langsung kelihatan. Total waktu: 15 menit termasuk baca-baca manual dulu.

💡 Tips: Sebelum beli RAM baru, pastikan:

  • Laptop Anda support upgrade RAM (beberapa laptop solder RAM ke motherboard)
  • Maksimum RAM yang disupport (cek di website manufacturer)
  • Tipe RAM yang kompatibel (DDR4/DDR5, speed, dll)

Perbedaan yang Saya Rasakan

Nah ini bagian yang paling menarik. Setelah 6 bulan pakai, ini perbedaan yang saya rasakan secara subjektif (bukan benchmark):

1. Chrome Jadi Jinak 🦁→🐱

Dulu buka 20 tab = laptop lemot. Sekarang saya rutin buka 40-50 tab (kadang lebih) dan laptop masih responsif. Ini game changer buat saya yang kerjanya research-heavy.

RAM usage sekarang biasanya di 40-60% untuk workflow normal. Masih ada headroom.

2. Multitasking Lancar Jaya

Use case tipikal saya: Chrome (banyak tab) + VS Code + Discord + Spotify + kadang Figma. Dulu ini bikin laptop struggle. Sekarang? Smooth seperti mentega.

Alt-Tab instant, no delay. Ini productivity boost yang kerasa banget sehari-hari.

3. Video Editing Lebih Nyaman

Premiere Pro dan After Effects sekarang jarang freeze. Bukan berarti instant render—CPU masih jadi bottleneck untuk itu—tapi workflow editing jadi jauh lebih smooth.

Preview playback lebih lancar, timeline lebih responsif. Untuk casual video editing, upgrade RAM ini transformative.

4. Gaming... Sedikit Membaik

Jujur, untuk gaming improvement-nya nggak se-dramatis yang lain. Beberapa game yang dulu stutter sekarang lebih smooth, tapi FPS nggak naik signifikan.

Ini karena gaming lebih bottleneck di GPU dan CPU, bukan RAM (kecuali RAM Anda benar-benar kurang). Jadi kalau upgrade RAM purely untuk gaming, mungkin hasilnya mengecewakan.

Worth It untuk Siapa?

WORTH IT kalau:

  • RAM usage Anda sering 80%+ saat kerja normal
  • Sering multitasking berat (banyak app terbuka)
  • Pakai browser dengan banyak tab
  • Video editing atau software kreatif lainnya
  • Developer yang sering jalankan VM atau container
  • Budget cukup dan mau laptop lebih future-proof

MUNGKIN TIDAK WORTH kalau:

  • Penggunaan ringan (office, browsing santai)
  • RAM usage jarang di atas 70%
  • Upgrade purely untuk gaming
  • Laptop sudah tua dan CPU/storage jadi bottleneck
  • Budget sangat terbatas (mungkin upgrade lain lebih impactful)

Berapa RAM yang Cukup?

Pertanyaan klasik. Ini framework sederhana saya:

Kalau budget terbatas dan sekarang masih di 8GB, upgrade ke 16GB dulu biasanya sudah cukup impactful.

Penutup: Investasi yang Saya Nggak Nyesel

Setelah 6 bulan, saya bisa bilang upgrade RAM adalah salah satu keputusan tech terbaik yang saya buat tahun ini. Rp 850.000 well spent.

Laptop yang tadinya mulai terasa "tua" sekarang rasanya seperti baru lagi. Produktivitas naik karena nggak lagi nunggu app loading atau freeze. Dan yang paling penting: less frustration.

Kalau Anda dalam situasi yang sama—laptop mulai lemot, RAM usage tinggi—consider upgrade sebelum beli laptop baru. Mungkin solusinya sesimpel itu.

Ada pertanyaan atau mau share pengalaman upgrade RAM sendiri? Tulis di kolom komentar atau hubungi saya lewat halaman Kontak. Dan kalau butuh beli RAM atau bantuan pasang, bisa mampir ke COC Komputer di Mangga Dua.

Good luck! 🚀