Mouse Gaming: Pengalaman Upgrade dari Mouse Rp 50 Ribu

Dipublikasikan: 17 Desember 2025 | Waktu baca: 10 menit | Oleh: Doni

Mouse Gaming

Selama 3 tahun main game, saya pakai mouse office seharga Rp 50 ribu. "Mouse mah mouse, yang penting bisa gerak." Sampai akhirnya coba mouse gaming teman yang main Valorant...

"Ini mulus banget bro."

Seminggu kemudian, saya beli Logitech G304. Dan nggak pernah look back.

Mouse Office vs Gaming Mouse: Apa Bedanya?

Sensor

Mouse office biasanya pakai sensor basic yang cukup untuk point-and-click. Gaming mouse punya sensor dengan tracking lebih precise dan consistent, terutama pada high-speed movements.

Polling Rate

Seberapa sering mouse report posisi ke PC. Office mouse: 125Hz. Gaming mouse: 1000Hz (bahkan sampai 8000Hz sekarang). Hasilnya? Movement lebih responsive.

Build dan Shape

Gaming mouse biasanya di-design untuk grip tertentu (palm, claw, fingertip) dengan build yang lebih solid dan switches yang awet.

Pengalaman Saya

Yang KERASA Beda:

1. Tracking Lebih Smooth

Di FPS games, perbedaannya notable. Aiming terasa lebih "connected" dengan tangan. Mouse office saya dulu kadang skip atau jittery di gerakan cepat—gaming mouse nggak.

2. No More Scroll Wheel Slip

Scroll wheel di mouse murah sering slip atau inconsistent. Gaming mouse punya tactile scroll yang satisfying.

3. Lebih Comfortable

Shape yang proper sesuai grip style bikin tangan less fatigued setelah gaming session panjang.

Yang NGGAK Terlalu Beda:

Grip Styles: Penting untuk Pilih MouseHANDLE

Ini yang banyak orang skip. Pilih mouse yang cocok dengan cara Anda pegang:

🖐️ Palm Grip

Seluruh telapak tangan menempel di mouse. Butuh mouse yang lebih besar dengan hump tinggi.

Rekomendasi: Logitech G502, Razer DeathAdder, Zowie EC2

🤏 Claw Grip

Jari menekuk, palm backend saja yang touch mouse. Medium-sized mouse dengan hump di belakang.

Rekomendasi: Logitech G Pro X Superlight, Razer Viper

☝️ Fingertip Grip

Cuma jari yang menyentuh, palm nggak touch mouse. Butuh mouse kecil dan ringan.

Rekomendasi: Razer Orochi V2, Logitech G303, Pulsar X2 Mini

Wired vs Wireless

Hot take: wireless di 2025 sudah sama bagusnya dengan wired.

Dulu wireless punya input lag noticeable. Sekarang? Top wireless mice (Logitech Lightspeed, Razer HyperSpeed) punya latency sama atau bahkan lebih rendah dari wired budget.

Kelebihan wireless:

Kekurangan wireless:

Rekomendasi 2025

Budget (Rp 200-400rb)

  • Logitech G304 (Rp 350rb) - My pick! Wireless, sensor bagus, reliable
  • Razer DeathAdder Essential (Rp 300rb) - Ergonomic, great for palm grip

Mid-Range (Rp 500-900rb)

  • Logitech G502 X (Rp 800rb) - Feature-rich, great for productivity + gaming
  • Razer Viper Mini (Rp 500rb) - Lightweight, great for claw/fingertip

High-End (Rp 1jt+)

  • Logitech G Pro X Superlight (Rp 1.5jt) - Pro player favorite, 63g wireless
  • Razer DeathAdder V3 Pro (Rp 1.8jt) - Ergonomic wireless perfected

Tips Sebelum Beli

  1. Identifikasi grip style Anda: Ini determine shape yang cocok
  2. Coba dulu kalau bisa: Ke toko, feel the mouse di tangan
  3. Ukuran tangan matters: Tangan kecil + mouse besar = uncomfortable
  4. Jangan terlalu fokus DPI: 16000 DPI marketing gimmick, nobody plays that high
  5. Weight preference: Trend sekarang lightweight (<80g), tapi some prefer heavier

Kesimpulan

Upgrade dari mouse Rp 50 ribu ke Logitech G304 adalah salah satu upgrade gaming setup terbaik yang saya lakukan. Worth it untuk FPS gamers? Definitely yes.

Untuk yang lain? Tergantung seberapa sering gaming dan seberapa competitive Anda main. Casual gamers mungkin nggak perlu, tapi kalau mau upgrade setup secara gradual, mouse adalah good place to start.

Mau coba atau tanya rekomendasi? Visit COC Komputer atau Kontak saya!